ALHAMDULILLAH, MELON KAMI TUMBUH SUBUR DAN SEHAT

10303779_790785344267434_4644381294614538847_n

Dear Tanaman Melon yang kusayangi,

Hai melon, bagaimana kabar mu 2 minggu ini? Semoga kalian tumbuh dengan baik dan sehat. Maafkan kami ya, tidak bisa menengok dan merawat mu selama 2 minggu ini, karena Kakak-Kakak kelas 6 sedang menjalankan Ujian Nasional. Nanti, kalian harus memberi hadiah terbaik untuk Kakak-Kakak kelas 6 yang sudah selesai ujian, dan semoga lulus semua ya, Lon. Segera aku akan menengokmu.

Salam,

1374839_790788037600498_8541406156500701801_n10302329_782911341721501_2802591348040784731_n

 

Kira-kira begitulah anak-anak menyuarakan isi hatinya untuk si Melon. Mereka tampak gembira sekali ketika melihat daun melon tumbuh dengan lebat dan subur. Terbayar sudah kesedihan mereka yang pernah mengalami gagal panen melon karena banjir. Semoga kali ini mereka dapat panen melon ya.

1013822_791496570862978_3222918340446464054_n 10257380_791496847529617_5380046682492288912_n

Selain merawat melon yang sudah tumbuh dengan subur, mereka juga mulai mentransplant kangkung yang sudah disemai 2 minggu lalu. Namun kali ini, mereka tidak menggunakan bahan kimia sebagai nutrisinya, melainkan menggunakan MOL (Mikroorganisme Lokal) dari nasi basi yang sudah dibuat oleh Kak Nana. Dan mereka juga belajar memanfaatkan botol-botol bekas untuk pengganti polibag. Senangnya berkebun minggu ini.

^_^

10341540_798565223489446_6407186472416531644_n 10410857_10204015902662392_3634253908471674693_n

Dan mereka sudah mulai menanam kangkung pada botol-botol bekas yang mereka sulap menjadi pot.

Hmmm… Bagaimana kalau minggu depan kita abadikan saja tanaman kami dengan Kamera Lubang Jarum??

^_^

LAGI, FARMING CLASS FERTIGASI MELON

Kabar buruk, Saudara-saudara.

Banjir bekasi bulan Februari-Maret lalu menyebabkan fertigasi melon kami hancur, sehingga kami gagal panen melon. Tidak hanya tanaman melonnya saja yang rusak, alat fertigasi kami pun terendam lumpur, dan rumah lindungan hujan kami rusak. Sedihnya melihat melon kami yang tinggal menunggu masak membusuk satu per satu.

 020220141469 020220141470

Namun sekarang kami tidak sedih lagi. Rumah lindungan hujan sudah dibenahi dan peralatan fertigasi sudah dibersihkan. Kami memulai kembali menanam melon. Kami harus memulai dari awal lagi, dari penyemaian benih, persiapan media tanam di polibag, sampai transplanting, dan melilitkan batang melon pada tali rafia. Senangnya bisa kembali berkebun di halaman sekolah. Semoga kami dapat memetik hasilnya. Kata Kak Nana, kami bisa panen melon pada pertengahan Ramadhan. Sepertinya mengasyikkan berbuka puasa dengan hasil panen kami sendiri.

10302329_782911341721501_2802591348040784731_n 10303876_790788734267095_181884304701861146_n 10339762_790788644267104_4775868860568149519_n

Teman-teman yang berminat mencicipi melon hasil panen kami, silakan datang ke Sekolah Alam Anak Sholeh, Bekasi ya. Kami siap berbagi ilmu dan berbagi melon tentunya.

STOP KEKERASAN PADA KAMI

5 siswa Sekolah Alam Anak Sholeh, 6 Mei 2014, mengunjungi KPAI. Kami menyampaikan pesan ” Biarkan Kami Tumbuh Jangan Ada Lagi Kekerasan” kepada KPAI.

Kami menyerahkan beberapa karya kami kepada KPAI sebagai simbol bahwa kami, anak-anak Indonesia, ingin dilindungi. Siapa pun kami, kami tetap anak-anak Indonesia yang akan menjadi generasi penerus pemimpin bangsa. Maka lindungilah kami, biarkan kami tumbuh seperti buah melon yang kami tanam dengan penuh kasih sayang.

4 5 10172681_10203874354363773_5162831173829213582_n 10330341_10203874353683756_3103828836808567871_n

 

Cuma ini yg kami buat dengan harapan KPAI tetap bersemangat melindungi anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi kuat, berbudi pekerti, dan cerdas.

Dari anak-anak sekolah dhuafa yang prihatin dan peduli atas nasib anak-anak Indonesia.

Salam 5 jari